Jurnal Reklasifikasi dan Jurnal Koreksi Beserta Contohnya

Apakah yang dimaksud jurnal reklasifikasi dan jurnal koreksi? Apa fungsi  dan manfaat nya?

Jurnal koreksi adalah jurnal yang dipakai untuk perbaikan pendataan transaksi bisnis. Contoh jurnal koreksi persediaan, fiskal, dan rekonsiliasi bank. Jurnal reklasifikasi ialah jurnal yang dipakai untuk lakukan pendataan pada transaksi bisnis yang ditulis tidak sesuai kategorisasi, contoh jurnal reklasifikasi piutang bersaldo credit.


Baca juga: https://aliyaniinfo.blogspot.com/2025/07/tutup-buku-artinya.html


Untuk memperjelasnya silahkan ikutinya ulasan mengenai proses reklasifikasi , koreksi dan rekonsilasi dan contohnya di bawah ini. 





01: Jurnal Reklasifikasi 


Satu diantara tingkatan pada proses pembikinan neraca keuangan perusahaan jasa, dagang, manufacturing, dan substansi lainnya ialah lakukan kategorisasi atau penggolongan transaksi bisnis keuangan usaha dalam masa tertentu, contohnya bulanan, triwulan, semester dan tahunan.


Lantas, bagaimana bila pada proses lakukan kategorisasi itu terjadi kekeliruan? Ya diperbarui dong, masa dibiarkan begitu saja 


Bagaimanakah cara melakukan perbaikan? Triknya dengan membuat jurnal reklasifikasi. Untuk memperjelasnya baca terus ulasannya di bawah ini. 


A: Penjelasan Jurnal Reklasifikasi


Apa itu  jurnal reklasifikasi?


Jurnal reklasifikasi adalah jurnal pendataan yang dibikin untuk membenahi kekeliruan kategorisasi atau penggolongan transaksi bisnis-transaksi usaha dalam masa tertentu.

Seperti kita ketahui jika tahapan pertama proses pengaturan neraca keuangan ialah lakukan analitis pada transaksi bisnis. Analitis transaksi bisnis dilaksanakan untuk menggolongkan atau mengelompokkan tiap transaksi bisnis sesuai beberapa komponen yang dihidangkan dalam neraca keuangan.


Contoh jurnal reklasifikasi piutang bersaldo credit, asset masih tetap, dan hutang periode panjang.


B: Peranan Jurnal Reklasifikasi


Apa fungsi  dan manfaat  jurnal reklasifikasi?


Peranan jurnal reklasifikasi untuk kembalikan pendataan jurnal transaksi bisnis sesuai pos atau account-nya.


Pada neraca keuangan ada 5 tipe pos khusus yang dihidangkan, yakni:

1. Asset

2. Likuiditas

3. Ekuitas

4. Penghasilan

5. Beberapa biaya


Tiap transaksi bisnis keuangan usaha harus dikelompokkan dalam satu diantara pos-pos itu. Yang menjadi masalah ialah bagaimana bila pada proses itu ada kekeliruan dalam  lakukan penggolongan. Jika hal tersebut terjadi, karena itu kita perlu lakukan reklasifikasi dengan jurnal reklasifikasi, hingga transaksi bisnis itu sesuai account-nya.


C: Langkah Membuat Jurnal Reklasifikasi


Lihat contoh jurnal reklasifikasi piutang berikut: 


Tanggal 04 Juni 2021 Toko Computer "Fahmi" jual 3 biji computer sebesar Rp 20.000.000.

Pendataan jurnal transaksi bisnis awalnya:

[Debit] Kas …………………………. Rp 20.000.000

[Kredit] Pemasaran Computer ………….. Rp 20.000.000

Di tanggal 30 Juni 2021 baru diketahui jika pemasaran computer itu rupanya akan dibayar tanggal 01 Juli 2021, walau sebenarnya transaksi bisnis itu telah ditulis tanggal 4 Juni 2021 dengan akun ‘Kas' disebelah credit.


Untuk membenahi kekeliruan kategorisasi itu, karena itu kita perlu membuat jurnal reklasifikasi. Ada dua langkah yang dapat dilaksanakan untuk membuat jurnal reklasifikasi, yakni:


Langkah I membuat jurnal reklasifikasi: Satu Cara - langsung reklasifikasi

[Debit] Piutang ………… Rp 20.000.000

[Kredit] Kas ………………………… Rp 20.000.000


Langkah II membuat jurnal reklasifikasi: Dua Cara - dibuatkan jurnal pembalik dahulu

Cara Pertama, membuat jurnal pembalik:

[Debit] Pemasaran Computer …… Rp 20.000.000

[Kredit] Kas …………………………………………. Rp 20.000.000


Cara ke-2 , membuat jurnal reklasifikasi dengan menulis ke akun yang sama sesuai:

[Debit] Piutang ……………….. Rp 20.000.000

[Kredit] Pemasaran Computer ……… Rp 20.000.000


D: Contoh Jurnal Reklasifikasi


Supaya pengetahuan kita makin terang, kami suguhkan contoh-contoh jurnal reklasifikasi berikut: 


01: Jurnal Reklasifikasi Asset Masih tetap


Yang pertama, kami suguhkan contoh jurnal reklasifikasi asset masih tetap.

Langsung lihat misalnya berikut: 

Di tanggal 07 Juni 2021 PT Multi Stink beli mesin sebesar Rp 75.500.000. Pembayaran dilaksanakan dua tahapan, pembayaran pertama dilaksanakan saat terjadi transaksi bisnis sejumlah Rp 50.000.000. Pembayaran ke-2 akan dilaksanakan tanggal 7 Juli 2021.


Atas pembelian itu perusahaan lakukan pendataan jurnal transaksi bisnis seperti berikut:

[Debit] Peralatan …… Rp 75.000.000

[Kredit] Kas ………………………………….. Rp 50.000.000

[Kredit] Hutang Usaha ………………… Rp 25.000.000  


Di tanggal 30 Juni 2021 diketemukan ada kekeliruan kategorisasi pada pendataan di atas, semestinya memakai akun Perlengkapan (equipment) bukan Peralatan (supplies).


Atas kesalahan kategorisasi itu, perusahaan akan lakukan reklasifikasi dengan membuat jurnal reklasifikasi seperti berikut:


Langkah I:

[Debit] Perlengkapan ….. Rp 75.000.000

[Kredit] Peralatan ….. Rp 75.000.000


Langkah II:

Membuat Jurnal Reversal:

[Debit] Kas …………………………….. Rp 50.000.000

[Debit] Hutang Usaha ……………. Rp 25.000.000

[Kredit] Peralatan ………………….. Rp 75.000.000

Membuat Jurnal Reklasifikasi:

[Debit] Perlengkapan ….. Rp 75.000.000

[Kredit] Kas ………………………. Rp 50.000.000

[Kredit] Hutang Usaha ……… Rp 25.000.000


02: Jurnal Reklasifikasi Hutang Periode Panjang


Lihat contoh jurnal reklasifikasi hutang periode panjang berikut: 

PT Multi Stink menulis utang hutang periode panjang yang baru didapatnya dari Bank X sejumlah Rp 50.000.000 dengan bunga 10% seperti berikut:

[Debit] Rekening Bank X ….. Rp 50.000.000

[Debit] Bunga Utang ………. Rp 5.000.000

[Kredit] Utang Faksi III …………… Rp 55.000.000


Perusahaan semestinya menulis utang itu dalam rekening Utang Periode Panjang, karena itu  untuk membenahi kekeliruan masukkan ke rekening yang sama sesuai, karena itu perusahaan lakukan reklasifikasi denga membuat jurnal reklasifikasi seperti berikut:


Langkah I : Langsung Dibikin Jurnal Reklasifikasi

[Debit] Utang Faksi III ….. Rp 55.000.000

[Kredit] Utang Periode Panjang …… Rp 55.000.000


Langkah II : Dibikin Jurnal Reversal, selanjutnya Jurnal Reklasifikasi

Jurnal Pembalik:

[Debit] Utang Faksi III ……. Rp 55.000.000

[Kredit] Bunga Utang ………. Rp 5.000.000

[Kredit] Rekening Bank X …… Rp 55.000.000

Jurnal reklasifikasi:

[Debit] Rekening Bank X ……. Rp 50.000.000

[Debit] Bunga Utang ……….. Rp 5.000.000

[Kredit] Utang Periode Panjang Rp 55.000.000


03: Jurnal Reklasifikasi Piutang


Lihat contoh jurnal reklasifikasi piutang berikut: 

Pak Joni ialah seorang staff akunting dalam suatu perusahaan perdagangan. Pak Joni salah menulis akseptasi kas sebesar Rp 650.000 dari pembayaran pelunasan pembayaran piutang usaha di akun penghasilan lainnya, sebagai berikut ini:

[Debit] Kas …… Rp 650.000

[Kredit] Penghasilan lainnya ….. Rp 650.000

Akseptasi kas itu semestinya ditulis pada rekening Penghasilan. Lantas bagaimanakah cara membuat reklasifikasi kesalahan itu?

Sama seperti yang sudah diilustrasikan awalnya karena itu ada dua langkah yang dapat dilaksanakan untuk me-reklasifikasi pada akun yang sama sesuai, yakni:


Langkah I : Langsung Dibikin Jurnal Reklasifikasi

[Debit] Penghasilan Lainnya ………. Rp 650.000

[Kredit] Penghasilan ………………………… Rp 650.000


Langkah II : Dibuatkan Jurnal Reversal, baru selanjutnya Jurnal Reklasifikasi

Membuat Jurnal Pembalik:

[Debit] Penghasilan Lainnya ….. Rp 650.000

[Kredit] Kas …………………………………. Rp 650.000

Membuat Jurnal Reklasifikasi:

[Debit] Kas……… Rp 650.000

[Kredit] Penghasilan ……. Rp 650.000


04: Jurnal Reklasifikasi Piutang Bersaldo Credit


Secara standar piutang memiliki saldo debet, tetapi pada kasus tertentu ada piutang bersaldo credit.

Apa yang mengakibatkan piutang bersaldo credit?

Ada banyak pemicu hal tersebut terjadi, diantaranya: pemilik hutang kembalikan jumlah hutang lebih besar dibanding jumlah yang semestinya. Ke-2 , konsumen kembalikan barang yang sudah dibeli dan dibayarkan, tetapi minta pergantian barang di saat lainnya.


Untuk memperjelasnya lihat contoh jurnal reklasifikasi piutang bersaldo credit berikut: 

Di tanggal 20 Mei 2021 Pak Andi beli produk minuman sehat dari PT Bermacam Minuman Sehat sebesar Rp 1.200.000 dan akan dibayarkan tanggal 1 bulan selanjutnya. Atas transaksi bisnis pemasaran itu, PT Bermacam Minuman Sehat lakukan pendataan jurnal transaksi bisnis seperti berikut:


[Debit] Piutang ….. Rp 1.200.000

[Kredit] Pemasaran Produk …. Rp 1.200.000

Di tanggal 1 Juni 2021, Pak Andi bayar hutangnya ke PT Bermacam Minuman Sehat sebesar Rp 1.250.000. Atas pembayaran pelunasan pembayaran piutang ini, perusahaan menulis jurnal transaksi bisnis seperti berikut:


[Debit] Kas …… Rp 1.250.000

[Kredit] Piutang ….. Rp 1.250.000

Hingga piutang bersaldo credit sejumlah Rp 50.000 dengan perincian seperti berikut:

Tanggal 20 Mei = Rp 1.200.000 (segi debit)

Tanggal 1 Juni = Rp 1.250.000 (segi kredit)

Saldo piutang = Rp 1.200.000 - Rp 1.250.000 = Rp 50.000 (segi kredit)


Dengan keadaan semacam itu, perusahaan dapat pertimbangkan membuat reklasifikasi atau mungkin tidak. Bila saldo itu diprediksi dapat sesuaikan sendiri karena itu tidak butuh reklasifikasi. Tetapi bila perusahaan memandang perlu lakukan reklasifikasi piutang bersaldo credit itu, karena itu langkah lakukan reklasifikasi ialah seperti berikut:

[Debit] Piutang (pengembalian kelebihan bayar) … Rp 50.000

[Kredit] Kas ….. Rp 50.000


05: Jurnal Reklasifikasi Ongkos Iklan


Bagaimana bila ada kekeliruan pendataan rekening ongkos iklan?

Lihat contoh reklasifikasi berikut: 


Di tanggal 6 Juni 2021 ‘Manajemen Hub' sebuah start up usaha yang baru dibangun oleh Pak Budi bayar iklan Google Ads sejumlah Rp 1.750.000. Di akhir masa akuntansi diketahui jika pengeluaran kas itu ditulis pada rekening Ongkos Lainnya.

Untuk lakukan perbaikan kekeliruan kategorisasi ini perusahaan perlu membuat jurnal reklasifikasi berikut: 


Pendataan awalnya:

[Debit] Ongkos Lain - lain …… Rp 1.750.000

[Kredit] Kas ……………………………… Rp 1.750.000


Pendataan jurnal reklasifikasi:

Langkah #1 - langsung dibuatkan jurnal reklasifikasi

[Debit] Ongkos Iklan ………….. Rp 1.750.000

[Kredit] Ongkos Lain - lain ……….. Rp 1.750.000

Langkah #2, dibikin jurnal reversal dahulu, seterusnya dibikin jurnal reklasifikasi:


Jurnal Reversal:

[Debit] Kas …………….. Rp 1.750.000

[Kredit] Ongkos Lain - lain ………. Rp 1.750.000


Jurnal Reklasifikasi:

[Debit] Ongkos Iklan ….. Rp 1.750.000

[Kredit] Kas ……………………. Rp 1.750.000


Begitu 5 (lima) contoh jurnal reklasifikasi, yakni: reklasifikasi asset, piutang, hutang periode panjang, piutang bersaldo credit, dan ongkos iklan.

Langkah membuat jurnal reklasifikasi dilaksanakan langsung dan dengan dibikin dahulu reversal journal, seterusnya dibikin re-classification journal.


02: Jurnal koreksi 


Kekeliruan yang tersengaja atau mungkin tidak tersengaja kadangkali terjadi saat menata neraca keuangan. Dan untuk memperhitungkan peristiwa semacam itu, dalam akuntansi telah diperhitungkan dan disiapkan proses penuntasannya atau jalan keluarnya yakni dengan membuat jurnal koreksi.


Contoh jurnal koreksi stok, rekonsiliasi bank, dan jurnal koreksi pajak.


Bagaimana triknya? Yok ikutinya ulasan materi jurnal koreksi dari pemahaman, peranan dan beberapa contohnya berikut: 


A: Pemahaman Jurnal Koreksi


Apa itu  jurnal koreksi?


Pengertian jurnal koreksi ialah ayat jurnal koreksi yang dibutuhkan untuk lakukan perbaikan pada proses analisis dan pendataannya.


Jurnal koreksi dengan bahasa Inggris dikatakan sebagai Correction Journal

Contoh jurnal koreksi atas kekeliruan tindakan akuntansi, karena itu ayat jurnal koreksi yang dibutuhkan ialah pos-pos yang berkaitan dengan rekening itu. 


Lihat case studi berikut: 

PT Fahima Jaya Bersama menulis pemasaran credit sejumlah Rp 10.000.000. Dan sesudah tutup buku baru diketahui rupanya ada kelebihan pendataan sebesar Rp 250.000.

Atas kekeliruan pendataan itu perusahaan memilih untuk lakukan koreksi dengan memakai jurnal koreksi sesudah tutup buku seperti berikut:

[Debit] Keuntungan Ditahan …. Rp 250.000

[Kredit] Piutang Usaha …… Rp 250.000

Bila PT Fahima Jaya Bersama tidak lakukan koreksi kekeliruan ini karena itu keuntungan bersih lebih besar dibanding sebenarnya.


B: Fungsi  dan Manfaat  Jurnal Koreksi


Apa manfaat  dan fungsi  jurnal koreksi ?


Peranan jurnal koreksi untuk lakukan koreksi pada kekeliruan atau mis-statement yang diketemukan sesudah proses penutupan (closing)periode akuntansi.

Pembikinan jurnal koreksi dibutuhkan bila terjadi beberapa hal berikut, diantaranya:

1: Nilai transaksi bisnis keuangan usaha dianggap terlampau besar atau kekecilan. Ini dapat muncul karena terjadi kekeliruan tindakan akuntansi.

2: Kekeliruan pendataan transaksi bisnis yang tidak sesuai account-nya. Ini bisa muncul karena ada kekeliruan dalam  lakukan kategorisasi.


C: Langkah Membuat Jurnal Koreksi


Bagaimanakah cara membuat jurnal koreksi?


Untuk lakukan koreksi kekeliruan dengan membuat jurnal koreksi akuntansi, ada dua langkah sederhana yang dapat dilaksanakan, yakni:


Langkah #1 Membuat Jurnal Koreksi Elemen Laporan Keuntungan Rugi

Bila koreksi kekeliruan dilaksanakan pada pos-pos yang disebut elemen yang dihidangkan dalam Laporan Keuntungan (Rugi), misalnya:  pemasaran, HPP, beban dan ongkos, pajak, baik dihidangkan terlampau kecil atau besar , karena itu ayat jurnal koreksi yang dibutuhkan atau jurnal koreksi yang perlu dibikin ialah current assets, musuh keuntungan ditahan (retained earning).

Lihat contoh jurnal koreksi perusahaan jasa berikut ini:

PT Putra Khusus Jaya menulis pengeluaran beban perawatan kantor terlampau besar sebesar Rp 1.750.000 tahun 2020. Hal itu diketahui pada bulan Januari 2021. Karena itu perusahaan membuat jurnal koreksi sesudah tutup buku sebagai berikut ini:

[Debit] Retained Earning ….. Rp 1.750.000

[Kredit] Beban Perawatan Kantor …… Rp 1.750.000

Bila perusahaan tidak lakukan perbaikan dengan jurnal koreksi di atas, karena itu keuntungan bersih perusahaan lebih kecil dari yang sebenarnya.


Langkah #2 Membuat Jurnal Koreksi Elemen Neraca

Jika perbaikan dibutuhkan oleh account-account yang dihidangkan sebagai elemen Neraca (balance sheet), seperti kontan, inventory, asset masih tetap, hutang, dan ekuitas, karena itu perusahaan perlu membuat jurnal koreksi dengan akun yang hendak dibenarkan ditantangkan akun laporan posisi keuangan lainnya.

Lihat contoh jurnal koreksi untuk kekeliruan pendataan nilai depresiasi fixed asset berikut: 

PT Dinamika Zaman Milenia di tahun 2019 menulis pembelian asset masih tetap kendaraan sejumlah Rp 87.000.000, lebih besar dibanding keadaan sebetulnya. Hingga nilai penyusutan semakin bertambah sejumlah Rp 150.000. Karena itu perusahaan perlu membuat jurnal koreksi asset masih tetap, penyusutan , dan retained earning atau keuntungan ditahan berikut: 


[Debit] Kas …… Rp 87.000.000

[Debit] Penumpukan Penyusutan Asset Masih tetap (kendaraan) … Rp 150.000

[Kredit] Kendaraan ….. Rp 87.000.000

[Kredit] Keuntungan Ditahan …. Rp 150.000


Rumus jurnal koreksi ialah analitis kekeliruan akun dan akun yang lain dipengaruhi. Selanjutnya analitis dampaknya pada neraca keuangan. Seterusnya analitis, apa perlu dilaksanakan koreksi atau mungkin tidak?

Bila kekeliruan itu sendirinya dapat lakukan perbaikan, karena itu menurut kami tidak butuh dibikin jurnal koreksi. Tetapi jika tidak dapat, karena itu kita perlu membuat jurnal koreksi untuk membenarkan kekeliruan itu. 


D: Contoh Jurnal Koreksi


Untuk mempermudah dalam  pahami dan mengaplikasikan jurnal koreksi yang betul dalam kegiatan usaha setiap hari, lihat contoh-contoh jurnal koreksi dan penuturannya berikut: 


01: Jurnal Koreksi Piutang Usaha (Lebih Catat)

Apakah yang dimaksud jurnal koreksi piutang dagang?

Ialah jurnal koreksi yang dipakai untuk lakukan perbaikan pada kasalahan yang berkaitan pos piutang usaha.

Lihat contoh jurnal koreksi lebih tulis piutang usaha berikut: 

Pendataan jurnal transaksi bisnis pemasaran credit PT Xfahima Raya ke Toko Bermacam Tools terjadi kelebihan sejumlah Rp 625.000. Kekeliruan itu baru diketahui sesudah closing. Karena itu perusahaan perlu lakukan koreksi dengan membuat correction journal seperti berikut:

[Debit] Keuntungan Ditahan ….. Rp 625.000

[Kredit] Piutang Dagang ….. Rp 625.000

Info:

Kekeliruan pendataan pemasaran credit mengakibatkan net keuntungan lebih besar dibanding keadaan sebetulnya. Jika kekeliruan ini diketahui saat sebelum tutup buku (closing), jalan keluarnya ialah membuat adjustment journal dengan penulisan seperti berikut:

[Debit] Pemasaran …. Rp 625.000

[Kredit] Piutang Dagang …. Rp 625.000

Akan tetapi, karena sudah dilaksanakan closing, karena itu pemasaran telah diakui menjadi keuntungan bersih, dan keuntungan bersih juga diakui menjadi keuntungan ditahan (retained earning) di laporan posisi keuangan (neraca). Karena itu PT Xfahima Raya harus lakukan perbaikan dengan jurnal koreksi seperti pada atas.


02: Contoh Jurnal Koreksi Stok Barang Dagang

Apakah yang dimaksud jurnal koreksi stok barang dagang?

Correction journal stok barang dagang ialah jurnal yang dibikin untuk membuat perbaikan kekeliruan pendataan stok barang dagang.

Lihat contoh berikut: 

PT Dinamika Makmur Sejahtera menulis nilai stok barang dagang Rp 2.250.000, lebih kecil dari nilai sebetulnya, hingga perusahaan lakukan koreksi dengan correction journal sebagai berikut ini:

[Debit] Stok Barang Dagangan …. Rp 2.250.000

[Kredit] Retained Earning ……………………………. Rp 2.250.000

Info:

Pendataan nilai stok barang dagangan yang kekecilan akan menyebabkan net earning atau keuntungan bersih lebih kecil dari yang sebetulnya, karena setelah itu akan memengaruhi retained earning atau jumlah keuntungan ditahan yang kekecilan.


03: Jurnal Koreksi Utang Dagang

Pemahaman jurnal koreksi utang dagang ialah jurnal yang dibikin untuk lakukan koreksi pada kekeliruan pendataan rekening utang dagang.


04: Jurnal Koreksi Ongkos Depresiasi

Jurnal koreksi ongkos depresiasi ialah jurnal yang dipakai untuk membuat perbaikan pada kesalahan rekening ongkos atau beban depresiasi.

Untuk memperjelasnya lihat contoh berikut: 

Perusahaan Perkebunan Porang ‘Porangku" tahun 2019 menulis pencapaian mesin pertaniannya lebih besar dibanding nilai yang sebetulnya, yakni Rp 12.500.000, hingga ongkos depresiasi terlampau besar dianggap, yakni Rp 535.700. Kekeliruan ini diketahui di bulan Januari 2020.

Hingga PP "Porangku" harus lakukan perbaikan dengan membuat jurnal koreksi sebagai berikut ini:

[Debit] Kas ……………………………………… Rp 12.500.000

[Debit] Penumpukan Penyusutan Mesin …. Rp 535.700

[Kredit] Asset Masih tetap - Mesin ……………………. Rp 12.500.000

[Kredit] Keuntungan Ditahan (Retained Earning) …. Rp 535.700

Info:

Pendataan harga pencapaian mesin yang terlampau besar mengakibatkan nilai depresiasi mesin pertanian semakin tinggi dari yang sebenarnya.

Hal itu akan mengakibatkan keuntungan bersih lebih kecil dari yang sebenarnya. Jika peristiwa ini diketahui saat belum closing, karena itu kita dapat lakukan rekonsilasi langsung pada akun mesin pertanian (fixed assets) dengan kontan dan akun depresiasi dengan keuntungan bersih.

Akan tetapi, karena sudah dilaksanakan closing karena itu keuntungan bersih sudah beralih menjadi akun Keuntungan Ditahan di Laporan Posisi Keuangan (balance sheet). Karena itu  langkah lakukan perbaikan dengan membuat jurnal koreksi seperti pada atas.


05: Contoh Jurnal Koreksi Perusahaan Jasa

Apa itu  jurnal koreksi perusahaan jasa?

Jurnal koreksi perusahaan jasa ialah jurnal koreksi yang dibikin untuk membuat koreksi atau perbaikan pada beberapa rekening yang dipakai dalam transaksi bisnis keuangan usaha perusahaan jasa.

Contohnya rekening jurnal koreksi pajak positif dan negatif, kurang tulis, lebih tulis, check kosong dan jurnal koreksi bunga bank. Contoh yang lain ialah jurnal koreksi sewa dibayarkan didepan, beda kas, dan jurnal koreksi keuntungan rugi tahun kemarin.


06: Jurnal Koreksi Salah Tulis

Apakah yang dimaksud jurnal koreksi salah tulis?

Jurnal koreksi salah tulis ialah jurnal yang dibikin untuk lakukan perbaikan karena kekeliruan pendataan, baik kurang tulis ataupun lebih tulis.

Lihat contoh masalah jurnal koreksi untuk asset masih tetap berikut: 

Di bulan Januari 2021 PT Bermacam Jajan Pasar temukan lebih tulis pembelian perlengkapan toko berjualan tahun 2020 sejumlah Rp 3.000.000. Hingga beban penyusutan perlengkapan semakin lebih besar Rp 75.000. Untuk membenahi kekeliruan itu perusahaan membuat koreksi dengan correction journal seperti berikut:

[Debit] Kontan …………………………………………. Rp 3.000.000

[Debit] Penumpukan Penyusutan Perlengkapan …. Rp 75.000

[Kredit] Perlengkapan Toko………….. ……………………. Rp 3.000.000

[Kredit] Keuntungan Ditahan (Retained Earning) …………. Rp 75.000

Jurnal koreksi salah tulis ini dapat dipakai untuk lakukan koreksi karena kekeliruan pendataan pada akun pemasaran, beban upah, asuransi dibayarkan didepan, harga dasar pemasaran (HPP) dan piutang dagang.


07: Jurnal Koreksi Penghasilan Diterima di Muka

Pemahaman jurnal koreksi penghasilan diterima didepan ialah tipe jurnal yang dibikin oleh perusahaan dengan tujuan untuk membenahi atau membenarkan kekeliruan pada akun penghasilan diterima dari muka, contohnya jurnal koreksi kelebihan pendataan pengembalian penghasilan diterima didepan.

Lihat contoh jurnal koreksi penghasilan diterima dari muka berikut: 

PT Bening Anak Bangsa di tahun 2020 belum menulis akseptasi penghasilan dari jasa hosting sejumlah Rp 1.560.000.

Kekeliruan pernyataan ini menyebabkan jumlah penghasilan, keuntungan bersih dan keuntungan ditahan semakin tinggi dari yang sebenarnya. Dan utang perusahaan kekecilan. Kekeliruan ini ditemukan oleh external auditor di bulan Januari 2021 dan minta supaya perusahaan membuat koreksi.


Oleh karenanya, perusahaan membuat jurnal koreksi seperti berikut:

[Debit] Koreksi Keuntungan Tahun Lantas ….. Rp 1.560.000

[Kredit] Penghasilan Sewa Hosting ……. Rp 1.560.000


Baca juga : https://aliyaniinfo.blogspot.com/2025/06/link-sertifikat-webinar-gratis-dan-cara.html


03: Kesimpulan


Transisi akuntansi perusahaan diawali proses dari untuk lakukan kategorisasi dan penggolongan transaksi bisnis-transaksi keuangan usaha sesuai pos-pos Laporan Keuangan. Proses kategorisasi diawali lakukan analitis transaksi bisnis, diteruskan pendataan jurnal transaksi bisnis sesuai akun-akunnya.

Dalam proses kategorisasi dan pendataan ini kadangkala tidak dapat dijauhi ada sejumlah kekeliruan yang tidak tersengaja, baik kekeliruan kategorisasi atau kekeliruan pendataan. Contohnya kekeliruan kategorisasi asset masih tetap dan hutang periode panjang. Kekeliruan pendataan stok dan piutang tidak tertagih.

Bila kekeliruan yang terjadi disebabkan karena kesalahan kategorisasi karena itu perlu di-reklasifikasi dengan jurnal reklasifikasi (reclassification journal) untuk membenarkannya.

Tetapi jika kekeliruan itu karena hal yang lain contohnya kekeliruan pendataan (lebih tulis atau mungkin kurang tulis) dan dilaksanakan sesudah TUTUP BUKU (closing), karena itu untuk membenarkannya kita perlu membuat jurnal koreksi (correction journal).

Bagaimana manfaat, proses membuat jurnal koreksi dan reklasifikasi dan beberapa contohnya sudah dibahas dan dihidangkan pada ulasan materi di atas.

Begitu ulasan materi jurnal koreksi dan reklasifikasi dan beberapa contohnya. Ulasan ini mudah-mudahan dapat memberi gambaran isi jurnal koreksi dan reklasifikasi secara jelas dan bermanfaat. Terima kasih.


Posting Komentar untuk "Jurnal Reklasifikasi dan Jurnal Koreksi Beserta Contohnya"